Garut (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan harga daging sapi di pasaran mengalami kenaikan sejak beberapa hari lalu  yang semula pada kisaran stabil Rp110.000 per kilogram  saat ini menjadi Rp130.000.

"Kenaikan harga daging sapi itu karena adanya keterbatasan pasokan daging sapi impor ke pasar di Kabupaten Garut, sedangkan permintaan pasar cukup tinggi," ujar Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut Nia Gania Karyana di Garut, Kamis.

Baca juga: Ridwan Kamil lepas ekspor kopi Garut ke Belanda senilai Rp 4 miliar

Selama ini, kata dia, Kabupaten Garut sebagian besar dipasok oleh daging sapi impor, sementara daging sapi lokal masih terbatas, bahkan Garut masih tergantung dipasok dari luar provinsi.

"Kenaikan ini akibat berkurangnya peredaran sapi impor di pasaran," katanya.

Ia mengungkapkan meski harga daging sapi terjadi kenaikan, namun belum membuat masyarakat khawatir karena di pasaran masih tersedia cukup.

"Untuk stok daging sapi masih tersedia sehingga masyarakat tidak begitu khawatir, tidak seperti minyak goreng," katanya.
 

Pewarta: Feri Purnama
Editor : Staf Redaksi Jabar

COPYRIGHT © ANTARA 2026