Ketua Panitia Gema Perdamaian tersebut Jero Jemiwi mengatakan, kegiatan itu sebagai upaya menyadarkan manusia betapa pentingnya hidup rukun dan harmonis dengan sesama manusia, alam dan segala isinya.
Kegiatan menampilkan keragaman yang ada di Indonesia yakni kesenian, busana adat, agama, ras, suku, dan bahasa. Perbedaan tersebut, tidak untuk dipertentangkan, namun lebih menonjolkan kesamaan yang ada.
"Keragaman dikelola dengan baik, jadikan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama sekaligus menciptakan perdamaian dunia," ujar Jero Jemiwi.
Gebernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala Badan Kesbanglinmas Provinsi Bali Gede Jaya Suartama menyatakan, seluruh masyarakat berkomitmen bersikap toleransi untuk menjaga Bali agar selalu damai.
Melalui kegiatan gema perdamaian diharapkan mampu menjadi momentum untuk memantapkan kebersamaan dalam mewujudkan kedamaian dan kesejahteraan masyarakat di Pulau Dewata.
Dengan tetap menghormati tatanan nilai-nilai hidup masyarakat sesuai filosofi Tri Hita Karana menuju Bali yang maju aman, damai dan sejahtera.
Gubenur Mangku Pastika mengajak, masyarakat Bali untuk mampu menjadi daerah ini sebagai pusat perdamaian untuk menggemakan ke seluruh dunia. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Wayan ArtayaEditor : I Gusti Bagus Widyantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026