Bandung (ANTARA) - Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat diakui tidak sekadar urusan memindahkan ribuan orang, tetapi secara nyata menyelamatkan kantong masyarakat kelas bawah hingga jutaan rupiah, di tengah melambungnya harga tiket angkutan lebaran termasuk tahun 2026.
Saat melepas rombongan di Terminal Leuwipanjang, Wakil Gubernur Jabar Erwan Setiawan memaparkan bahwa meringankan beban biaya perjalanan warga adalah satu dari dua fungsi atau tujuan utama program ini, di samping menekan potensi kecelakaan lalu lintas akibat penggunaan roda dua.
"Rata-rata warga yang mudik bersama empat hingga lima anggota keluarganya. Tentunya hal ini membutuhkan biaya besar untuk arus mudik dan kembali ke Jabar," kata Erwan di lokasi, Jumat.
Penghematan tersebut dirasakan langsung oleh Nardi (60), seorang pedagang bakso keliling asal Surakarta, Jawa Tengah, yang mengaku bisa menghemat pengeluaran kurang lebih Rp 4 juta untuk pulang kampung bersama empat anggota keluarganya.
"Kalau bus reguler, bisa sampai hampir Rp600 ribu per orang. Karenanya program ini sangat meringankan beban masyarakat bawah yang hendak ingin pulang mudik untuk berlebaran di kampung halamannya," kata Nardi di Terminal Leuwipanjang.
Perasaan serupa dirasakan Asih (54), seorang pekerja rumah makan yang akan mudik ke Wonogiri, Jateng, bersama dua anaknya. Ia mengaku sangat terbantu karena minimnya biaya yang dimiliki.
”Biaya tiket bus umum ke Wonogiri mencapai Rp540.000 per orang, saya sangat berterima kasih Pemprov Jabar. Saya bisa melihat keluarga di kampung halaman pada momen penuh berkah ini," ujarnya.
Antusiasme masyarakat untuk berhemat, kata Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dhani Gumelar, terlihat dari melonjaknya jumlah peserta.
Berdasarkan catatan yang dimilikinya, program yang menelan anggaran Rp530 juta ini memberangkatkan 3.040 pemudik, naik signifikan ketimbang tahun 2025 yang hanya mencatat sekitar 2.000 orang.
"Paling banyak ke Yogyakarta, ada 1.000 pemudik. Adapun lainnya pergi ke sejumlah daerah di Jateng dan Jabar," ujar Dhani.
Sebanyak 76 unit bus disiagakan untuk melayani 12 rute ke Banten, Jateng, Yogyakarta, dan lintas Jabar.
Pemberangkatan ini dilakukan bertahap dari Terminal Leuwipanjang, Cikarang, Bogor, Kota Bekasi, dan Yogyakarta (tujuan Bandung) sejak Jumat (13/3) yang difokuskan menuju Sukabumi, Wonogiri, dan Solo, lalu akan berlanjut pada tahap kedua di hari Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3).
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026