"Hal itu akibat indeks yang diterima petani turun sebesar 0,13 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali Panusunan Siregar di Denpasar, Minggu.
Ia mengatakan, pada sisi lain kenaikan indeks yang dibayar petani sebesar 1,04, sehingga indeks yang diterima petani dipicu oleh turunnya harga komoditas pada kelompok ternak besar, unggas dan hasil ternak.
Kelompok ternak besar mengalami penurunan sebesar 0,55 persen yang terjadi pada komoditas sapi potong. Sedangkan kelompok unggas mengalami penurunan sebesar 0,33 persen pada komoditas ayam buras dan ayam pedaging.
Sedangkan kelompok hasil ternak turun sebesar 0,35 persen terjadi pada komoditas telur itik dan telur ayam ras. Pada sisi lain kenaikan indeks yang dibayar petani disebabkan oleh naiknya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 1,62 persen serta biaya produksi dan penambahan barang modal (BPPBM) 0,48 persen.
Panasunan Siregar menambahkan, subsektor peternakan merupakan salah satu dari lima komponen pembentukan NTP Bali. Dari lima komponen itu dua di antaranya mengalami kenaikan dan tiga terjadi penurunan.
Dua komponen yang mengalami kenaikan adalah subsektor hortikultura dan subsektor tanaman pangan. Tiga subsektor yang mengalami penurunan selain subsektor peternakan juga perkebunan dan subsektor perikanan, ujar Panasunan Siregar. (MFD)
Pewarta: Oleh IK Sutika: Mayolus Fajar Dwiyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026