Jakarta (ANTARA) - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Andi Kurniawan Sp.KO mengatakan berat badan turun saat berpuasa merupakan hal yang wajar dengan rata-rata penurunan berat sekitar setengah sampai satu kilogram per minggu.
“Sebagai patokan sederhana yang mudah dipahami penurunan wajar adalah 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg total selama satu bulan Ramadhan,” kata Andi kepada ANTARA, Kamis.
Andi menjelaskan penurunan berat badan saat puasa adalah respons fisiologis yang normal karena tubuh mengalami perubahan metabolik yang signifikan.
Dalam 12–14 jam pertama tanpa asupan makanan, tubuh menghabiskan cadangan glikogen otot sekitar 100–120 gram, kemudian beralih ke glukoneogenesis (pembuatan glukosa dari protein dan lemak) dan memecah lemak atau lipolisis pemecahan lemak.
Andi menjelaskan penurunan berat badan drastis lebih dari dua kilogram per minggu pada saat berpuasa merupakan tanda berbahaya akibat dehidrasi berat atau kehilangan massa otot (sarkopenia).
Hal ini dapat ditandai dengan gejala fisik seperti pusing hebat yang menetap, kulit tidak elastis (tanda dehidrasi), atau kelelahan ekstrem yang tidak membaik setelah berbuka.
Pada orang dengan Indeks Massa Tubuh yang lebih tinggi (Overweight/Obesitas), Andi mengatakan populasi ini cenderung mengalami penurunan berat badan lebih besar dibanding mereka dengan berat badan normal.
Andi menjelaskan berdasarkan analisis yang diterbitkan Nutrients, rata-rata penurunan berat badan yang normal selama 30 hari Ramadhan berkisar antara 0,5 hingga 1,5 kg pada populasi umum yang tidak melakukan intervensi diet khusus.
Pewarta: Fitra AshariEditor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026