Denpasar (ANTARA) - Badan Gizi Nasional (BGN) Provinsi Bali memfokuskan penyaluran makan bergizi gratis (MBG) ke 3B yaitu ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan anak bawah lima tahun (balita) selama libur panjang Tahun Baru Imlek 2577 dan memasuki bulan Ramadhan.

“Untuk MBG itu tetap berjalan, tapi berfokus pada penerima manfaat 3B bumil, busui, dan balita saat libur panjang kemarin sampai saat ini,” kata Koordinator BGN Bali Risca Christina di Denpasar, Selasa.

Ia menjelaskan libur panjang pelajar yang berlangsung sejak akhir pekan lalu dan akan berlanjut hingga Sabtu, 21 Februari 2026, sehingga sulit jika meminta para guru mengumpulkan siswanya untuk dibagikan MBG.

Sementara itu penyaluran kepada 3B lebih mudah, sebab selama ini Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah BGN Bali sudah bekerja sama dengan posyandu.

“SPPG kami arahkan untuk mengumpulkan kader posyandu atau kader BKKBN yang bisa membantu, biasanya kumpul itu di balai banjar atau di puskesmas, kami taruh di sana nanti 3B itu dikumpulkan dibagikan MBG-nya,” ujarnya.

Sejauh ini BGN Bali mengaku tidak mendapat keluhan dari siswa karena selain saat Imlek dan bulan Ramadan, setiap libur panjang MBG tak dibagikan.

Menurut Risca, ini karena setiap SPPG dengan sekolah telah menyepakati bersama bahwa MBG untuk siswa diliburkan, pun jika siswa maupun guru menyatakan ingin tetap menerima paket makanan bergizi, Risca memastikan seluruh SPPG juga siap mengirim.

“Program ini tidak memaksakan kalau misalnya memang libur, ya libur, kalau memang pihak sekolah bersedia untuk mengumpulkan siswanya kami juga tetap siap untuk memberikan MBG,” kata dia.

Saat ini BGN Bali belum memiliki data jumlah bumil, busui, dan balita penerima program ini, namun jika ditotal di Bali terdapat 178 SPPG dengan 147 SPPG yang sudah aktif melayani 507 ribu siswa, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, sebagai penerima manfaat.

Untuk 3B, BGN Bali menganggarkan bahan baku MBG sama dengan anggaran bagi siswa SMA yaitu Rp10.000 per porsi.

“Ada beberapa SPPG yang baru operasional sehingga baru mendata 3B, nanti ada audit dari inspektorat atau BPKP terkadang sebulan sekali atau dua bulan sekali, tapi setiap harinya lumayan ratusan 3B menerima MBG di seluruh kabupaten/kota,” ujar Risca.

 



Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna

COPYRIGHT © ANTARA 2026