Jembrana, Bali (ANTARA) - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) membantu pengembangan wisata religi di Kabupaten Jembrana, Bali dengan membangun sejumlah fasilitas publik.

"Di Kabupaten Jembrana kami membantu penyelesaian Masjid Pantai Bali beserta sarana latihan manasik haji," kata Kepala Pelaksana Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah saat meresmikan sejumlah fasilitas tersebut di Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, Sabtu.

Dengan keberadaan sarana latihan manasik haji seperti miniatur Kabah, rute sai (Safa-Marwa) hingga lempar jumroh, dia berharap kawasan masjid yang berlokasi di pinggir pantai tersebut bisa menjadi destinasi pariwisata di Jembrana.

Untuk penyelesaian masjid dan sarana lain di kawasan itu, dia mengatakan, pihaknya menggunakan anggaran dari dana abadi umat.

"Kami tidak menggunakan anggaran dari dana haji yang disetorkan masyarakat, tapi dari dana abadi umat yang berasal dari pengelolaan investasi dana haji," katanya.

Dalam memberikan bantuan kepada masjid seperti di Desa Cupel itu, pihaknya sangat selektif agar tepat sasaran.

Menurut dia, sejak berdiri, BPKH sudah menerima ribuan proposal permohonan bantuan sejenis, namun hanya ratusan yang disetujui.

Dalam memberikan bantuan, pihaknya menganut prinsip gotong-royong sehingga tidak seluruh biaya pembangunan masjid dibantu dari awal.

"Seperti Masjid Pantai Bali ini kami bantu dalam hal finishing bangunan dan sarana latihan manasik haji," katanya.

Menurut dia, dibanding lokasi lain, sarana latihan manasik haji di masjid yang awalnya bernama Raudhatul Jannah ini terbilang lengkap.

Sebab, kata dia, di masjid ini tidak hanya dibangun miniatur Kabah tapi juga Maqom Ibrahim, rute Sai yaitu bukit Safa dan Marwa, lempar jumroh hingga Masjidil Haram.

"Tadi pihak pengelola juga mengatakan di dalam miniatur Kabah akan diisi Al Quran dari seluruh dunia. Itu luar biasa," katanya.

Saat kawasan itu menjadi salah satu tujuan wisata, menurut dia, masyarakat juga akan merasakan peningkatan ekonomi sehingga mereka harus mempersiapkan diri.

"Jangan menjadi kawasan yang eksklusif, termasuk sumber ekonominya. Terima dengan baik siapapun yang datang kesini," katanya.

Setelah selesai dibangun, kata dia, kawasan Masjid Pantai Bali tersebut akan dikelola pihak yayasan yang memiliki jaringan luas.

Dari pihak yayasan, dia mendapatkan informasi cukup banyak donatur yang akan membantu pengembangan lebih lanjut kawasan tersebut.

Peresmian kawasan wisata religi di masjid yang berdiri sejak tahun 1964 ini juga dihadiri sejumlah pihak seperti Kepala Kantor Kementerian Haji Dan Umroh Jembrana Muslihin, Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Bali Fadian M. Paham, Ketua Yayasan DT Peduli Bascharul Asana dan Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara Nyoman Pugeg Aryantha.



Pewarta: Rolandus Nampu/Gembong Ismadi
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026