Gianyar, Bali (ANTARA) -
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gianyar, Bali, mengedukasi warga desa soal ketahanan iklim guna menumbuhkan kesadaran dan menekan risiko bencana alam.
“Harapannya pembangunan desa dapat berjalan secara berkelanjutan, adaptif, dan memberikan manfaat nyata untuk peningkatan kualitas hidup,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar I Gusti Ngurah Dibya Presasta di Kantor Desa Peliatan, Gianyar, Rabu.
Ia menjelaskan strategi utama dalam adaptasi perubahan iklim yaitu diversifikasi mata pencaharian untuk mengurangi kerentanan ekonomi.
Selain itu pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan guna menjamin ketersediaan air di tengah perubahan pola iklim, serta penguatan sistem peringatan dini cuaca dan iklim sebagai langkah antisipatif terhadap risiko bencana.
“Ada juga konservasi hutan dan lahan sebagai upaya menjaga ekosistem, sekaligus meningkatkan penyerapan karbon,” imbuhnya.
Ia menilai cara tersebut mengedepankan pendekatan yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk memperkuat ketahanan desa terhadap bencana sesuai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Desa.
Dalam kesempatan itu ia menjelaskan perubahan iklim saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu peningkatan suhu global, perubahan pola curah hujan, serta semakin seringnya terjadi fenomena cuaca ekstrem yang mengancam keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Di sisi lain risiko bencana yang belakangan terjadi di wilayah desa, seperti banjir, tanah longsor, dan bencana lainnya, telah memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.
Pihaknya juga melibatkan kampus untuk mengurangi risiko bencana, salah satunya Poltekes Kemenkes Denpasar yang saat ini beberapa mahasiswanya melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa itu.
Para mahasiswa itu mengajak keterlibatan masyarakat desa dalam Desa Tangguh Bencana, pemanfaatan platform digital, dan sosialisasi melalui media serta pengelolaan sampah masyarakat.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta WigunaEditor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026