Denpasar (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar, Bali, mendorong perajin pemula dan pelaku industri kecil menengah (IKM) untuk mengikuti pameran di tingkat lokal, nasional maupun internasional.

Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa dalam keterangan di Denpasar, Rabu, mengatakan Dekranasda Kota Denpasar telah secara konsisten melaksanakan arahan Ketua Umum Dekranas Pusat Selvi Ananda Gibran Rakabuming untuk melakukan pendampingan bagi perajin pemula dan IKM untuk memperkuat industri kreatif Indonesia.

"Kami selalu memberikan pendampingan dan pembinaan, khususnya kepada perajin pemula dan pelaku IKM. Mereka juga kami fasilitasi untuk mengikuti pameran di tingkat kota, provinsi, hingga nasional,” ungkapnya.

Menurut dia, berbagai langkah telah dilakukan untuk mendukung peningkatan daya saing produk lokal dan mendorong para perajin agar mampu mandiri serta menembus pasar global di masa mendatang.

Dia mengatakan perayaan HUT Ke-45 Dekranas di Balikpapan, Kalimantan Timur, bisa menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar daerah, memperluas jejaring promosi dan mempertegas komitmen Dekranasda dalam memajukan industri kerajinan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi.

Adapun Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Denpasar di bawah kepemimpinan Ketua Dekranasda Sagung Antari Jaya Negara bersama Wakil Ketua Dekranasda Kota Denpasar Ayu Kristi Arya Wibawa dan Wakil Ketua Harian Ida Ayu Widnyani Wiradana menghadiri Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-45 Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas), yang berlangsung di BSSC Dome, Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu.

Baca juga: Pemkab Gianyar promosikan produk lokal unggulan di pameran dagang

Perayaan yang mengusung tema "Perajin Berdaya Mendunia" ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Pusat Selvi Gibran Rakabuming.

Selvi Ananda Gibran dalam kesempatan itu menekankan pentingnya peran seluruh jajaran Dekranas, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota, untuk aktif membina dan mendampingi para perajin, khususnya yang masih pemula dan belum memiliki akses pasar.

Menurut Selvi, Dekranas bukan milik pusat atau provinsi saja, namun menyeluruh. Karena itu, koordinasi dan pembinaan harus menyentuh perajin yang belum dikenal dan belum memiliki pasar. Mereka harus diberikan perhatian khusus, pembinaan, serta pendampingan intensif.

Selvi juga menyoroti pentingnya pemerataan partisipasi perajin dalam pameran.

Selain itu, Selvi Gibran menekankan pentingnya pemanfaatan media sosial dalam pemasaran produk kerajinan, seiring dengan perkembangan era digitalisasi.

Pembinaan terhadap perajin, khususnya di daerah-daerah kecil, kata Selvi harus mencakup pelatihan pemasaran baik luring maupun daring, karena itu kunci membuka pasar yang lebih luas.

Ia juga menambahkan akses terhadap pemodalan menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang harus diperjuangkan.
 

Baca juga: Dekranasda Bali luncurkan portal untuk promosi UKM lokal

 



Pewarta: Rolandus Nampu
Editor : Adi Lazuardi

COPYRIGHT © ANTARA 2026