"Sudah menjadi hal yang biasa dalam menjalin hubungan, pasti ada persoalan. Tetapi, kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan hubungan dengan Indonesia," kata Kepala Humas Konsulat Jenderal AS di Surabaya, Andrew Veveiros, di Denpasar, Kamis.
Saat berkunjung ke kantor Perum LKBN ANTARA Biro Bali, dia menganggap Indonesia sebagai mitra strategis. "Kami melihat pertumbuhan ekonominya sangat bagus. Bahkan, pada 2050 perekonimian Indonesia diproyeksikan menempati peringkat keempat. Karena itu kami mendorong AS mengembangkan kerja sama yang mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak," katanya.
Sejumlah investor AS juga ada yang telah menanamkan modalnya di Indonesiaa, seperti di Surabaya dalam berbagai bidang usaha dan hasil produksi diekspor lagi ke AS.
"Dari sekian banyak barang dari Indonesia, saat ini yang paling banyak diminati warga AS adalah batik. Selama ini orang sana banyak yang memakai pakaian khas Hawai, tapi ternyata ada yang lebih bagus, ya batik dari Indonesia ini," kata Andrew.
Terkait perbedaan pendapat tentang pengetatan impor daging sapi beku dan hortikultura oleh pemerintah Indonesia yang memicu protes AS ke WTO, menurut dia, kedua belah pihak sedang mencarikan solusinya.
"Dengan demikian kerja sama dan perdagangan Indonesia-AS dapat lebih ditingkatkan di masa-masa mendatang," kata pria yang baru enam bulan bertugas di Indonesia itu. (*/DWA/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026