"Sejak proyek penataan kawasan Jalan Gajah Mada dimulai dengan pemasangan batu paving blok, kami merasa dirugikan dan berpengaruh terhadap penghasilan," kata Arini, salah seorang wakil pedagang Pasar Kumbasari, Senin.
Ia mengatakan, dengan adanya penutupan jalan protokol tersebut, distribusi barang dagangan ke pasar terhambat dan para pedagang juga harus mencari tenaga angkut dengan biaya ekstra. "Kami harus mengeluarkan dana lebih untuk membayar ongkos buruh angkut," ucapnya.
Direktur Utama Perusahaan Daerah Pasar (PD Pasar) Kota Denpasar Made Westra mengakui, sejak penutupan ruas Jalan Gajah Mada tersebut, pihaknya mendapat pengaduan (komplain) dari para pedagang.
"Mereka mengeluhkan suplai barang dagangannya terhambat, karena sebagian akses jalan ditutup. Hampir semua pedagang komplin kepada kami. Mereka mengeluh karena kesulitan untuk menyuplai barang kepada para pedagang di dalam pasar," ujarnya.(LHS/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026