"Pengawasan suplemen dan obat-obatan atlet dilakukan intrensif oleh bagian sport medicine, dan dipastikan semuanya tidak mengandung doping," kata Ketua Umum KONI Jawa Barat H Azis Syarif di Bandung, Minggu.
Menurut dia, sport medicine telah mengantongi sejumlah obat-obatan dan suplemen yang tidak boleh dikonsumsi oleh atlet. Selain itu pengetahuan atlet terkait suplemen dan obat-obatan yang tidak boleh dikonsumsi atlet terus disampaikan, termasuk penggunaan ramuan dan jamu tradisional juga harus dilaporkan kepada sport medicine untuk menghindari adanya zat yang mengandung dopping.
"Daerah kita dan juga dunia olahraga sudah punya pengalaman tentang doping yang menggagalkan perjuangan yang telah dilakukan atlet. Untuk itu kami melakukan pemantauan intensif." kata Azis.(*/T007)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026