"Vaksin CoronaVac memenuhi persyaratan mendapatkan EUA," kata Penny K Lukito dalam jumpa pers daring yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Baca juga: MUI: Vaksin Sinovac dari materi suci dan halal
Ia mengatakan dalam memutuskan pemberian otorisasi darurat itu, BPOM mempertimbangkan hasil uji klinik di Indonesia, Brazil dan Turki, yang menunjukkan antivirus SARS-CoV-2 itu memiliki keamanan dan kemanjuran (efikasi) menangkal COVID-19.
Selain itu, kata dia, vaksin Sinovac tersebut memenuhi standar Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk bisa mendapatkan izin EUA dengan tingkat efikasi minimal 50 persen.
Pewarta: Anom PrihantoroEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026