"Selama ini kepentingan majelis ta'lim kurang mendapat perhatian, jika saya terpilih berupaya agar hak majelis ta'lim bisa diperoleh," katanya saat kampanye tertutup di Kampung Pasirandu, Kelurahan Pagadungan, Pandeglang, Minggu.
Ia menyatakan, sebenarnya anggaran untuk pembinaan majelis ta'lim ada, tapi kalau tidak diperjuangkan maka akan sampai dan penyalurannya tak merata.
"Yang saya tahu majelis ta'lim yang ada di Kelurahan Pagadungan ini jangan dapat bantuan, itu karena tak ada yang memperjuangkannya," kata Enon yang juga seorang da'i itu.
Di hadapan sekitar 150 massa pendukungnya, Enon menyatakan peranan majelis ta'lim sangat besar dalam syiar keagamaan, karena itu sudah selayaknya mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
"Pemerintah ingin melakukan perubahan ke arah lebih baik, maka salah satu yang harus dilakukan yakni meningkatkan pembinaan keagamaan pada masyarakat, dan majelis ta'lim peranannya sangat besar," katanya.
Menurut dia, banyak ibu-ibu yang rutin datang ke majelis ta'lim untuk mendengarkan tausiah keagamaan dari para ustadz dan ustadzah, dan pengetahuan yang diperolehnya menjadi bekal untuk mendidik puteri/puterinya di rumah.
Pelajaran utama bagi anak-anak, kata dia, berada di rumah oleh orang tua, karena waktu belajar di sekolah hanya beberapa jam saja, jadi tidak akan maksimal.
Apalagi, kata dia, untuk pelajaran agama paling hanya dua jam per minggu, ini sangat kurang, maka perlu tambahan pendidikan oleh orang tua ketika akan berada di rumah.
"Maka, menurut saya pengembangan majelis ta'lim mutlak harus dilakukan, jika kita ingin memiliki generasi yang berakhlakul karimah," ujarnya.
: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2026