"Sampel sudah kami kirimkan. Kini kami menunggu hasil uji labotarium,"" kata Kepala Sekolah SD Negeri Semarapura Kauh, I Komang Partini, Sabtu.
Oleh karena hasilnya belum turun, dia belum bisa memastikan penyebab keracunan massal yang menimpa 15 anak didiknya itu.
Menurut dia, kantin sekolah yang menjual nasi bungkus masih diizinkan buka, namun untuk sementara pengelola kantin itu tidak menjual nasi bungkus.
"Kantin masih kami beri kesempatan untuk jualan. Hanya saja tidak boleh jual nasi bungkus," katanya.(**)
Editor : Nyoman Budhiana
COPYRIGHT © ANTARA 2026