Tekanan-tekanan
yang menerpa di masa remaja bisa berujung bunuh diri bagi orang
berkepribadian rapuh yang tak kuat menghadapi masalah.
"Memang lebih rentan di usia remaja dan dewasa muda," kata psikolog Ajeng Raviando saat dihubungi ANTARA News, Rabu.
Bunuh
diri biasanya dipicu oleh suatu hal yang membuat seseorang menjadi
depresi. Menurut Ajeng, orang yang berniat bunuh diri bisa menunjukkan
gejala-gejala yang bisa jadi tak dideteksi oleh orang sekitarnya.
"Tidak ada yang lihat atau dianggap cuma cari perhatian," kata dia.
Salah
satu cirinya adalah sifat dan sikap yang berubah drastis, misalnya
orang yang ceria dan mudah bergaul tiba-tiba menarik diri dari
lingkungannya.
Bunuh diri pun rentan dilakukan
seseorang yang berkepribadian rapuh. Ketika mendapat tekanan kuat, yang
muncul di pikirannya bukanlah mencari jalan keluar.
"Bisa
jadi selama ini dalam kehidupannya dia tidak pernah mengalami tekanan
kehidupan, sehingga saat menemukan msalah yang dianggap sangat berat
akhirnya memutuskan untuk menyudahi," kata dia.
Selain
itu, bunuh diri juga bisa dilakukan oleh orang yang merasa sendirian,
tidak punya tempat berbagi masalah, juga merasa tidak ada yang
memahaminya. (WDY)
Pewarta: Pewarta: Nanien YuniarEditor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2026